3 Langkah Praktis Budidaya Ikan Gabus

3 Langkah Praktis Budidaya Ikan Gabus

Setelah diketahui berbagai manfaat yang terdapat pada ikan gabus, mulailah banyak petani ikan yang membudidayakan ikan gabus ini. Meski memang ikan ini tergolong ikan yang cukup liar, dan juga bersifat predator. Namun dengan teknik budidaya yang pas, ikan ini dapat tumbuh dan berkembang biak dengan baik.
Dalam budidaya ikan gabus, beberapa hal yang musti diperhatikan adalah perawatannya, dimana di beberapa usia, ikan ini memerlukan perawatan yang berbeda.
Misalkan sewaktu masih larva, ikan gabus sebaiknya dijaga agar tidak dimakan katak/kadal/ikan lain.

Ikan gabus memiliki berbagai manfaat, salah satunya yaitu untuk mempercepat penyembuhan luka.
Baca juga : 3 Manfaat Utama Ikan Gabus Bagi Kesehatan, salah satunya Percepat Penyembuhan Luka!
Dengan berbagai manfaat tersebut, bisa anda coba lakukan budidaya ikan gabus sebagai ladang coba-coba untuk mengais keuntungan, Ya kita harapkan nantinya ikan gabus memiliki nilai ekonomis yang tinggi, dan sebagai pembudidaya, pendapatan anda pun akan naik.

Menuju ke langkah praktis budidaya ikan gabus,

1. Menyiapkan Tempat

Ada beberapa opsi tempat pembudidayaan ikan gabus, yaitu : kolam tanah, kolam terpal maupun kolam beton. Anda dapat memilih salah satu jenis kolam yang akan dipakai nantinya, sesuaikan dengan modal awal. Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan tentang ketiga jenis kolam pemeliharaan ikan gabus ini :

Kolam Tanah

kolam tanah ikan gabus

Keuntungan :
  • Kemungkinan ikan mendapatkan pakan alami akan lebih tinggi, hingga akan membantu dalam budidaya ikan gabus dan menjaga agar para ikan tumbuh dengan sehat.
  • Akan selalu ada beberapa pakan alami yang hidup dan berkembang biak secara langsung di dalam kolam ikan berjenis ini seperti beberpa jenis ikan – ikan kecil, udang – udang liar dan beberapa renik.
  • Perairan yang di hasilkan di dalam kolam ini akan lebih subur jika dilakukan proses pemupukan terlebih dahulu sebelum mengolah kolam.
  • Proses pergantian air yang biasanya bersumber dari aliran sungai tentunya memberikan tingkat tinggi dari masuknya pakan alami.
Kerugian :
  • Membutuhkan langkah khusus untuk memanen ikan
  • Ikan cenderung akan bau tanah atau lumpur, sehingga sehabis panen sebaiknya diinapkan 1/2 hari di air jernih untuk mengurangi bau lumpur
  • Jika terjadi wabah/penyakit, akan sukar untuk mengkarantina/melakukan treatment pada kolam
  • Tinggi air tidak bisa kita atur otomatis, bisa pasang bisa juga surut sesuai kondisi lingkungan air
Pembuatan :
Cara membuat kolam tanah cukup sederhana yaitu dengan menggali tanah yang permukaannya datar hingga mencapai kedalaman tertentu (disesuaikan dengan keinginan pemilik) dan kemudian anda hanya tinggal melakukan penimbunan di bagian sisi kolam agar ketinggian dari kolam tersebut bisa bertambah.

Yang perlu diperhatikan adalah jika kolam terletak berdekatan dengan saluran air, sisi-sisi kolam usahakan tidak ada rongga/celah akar yang nantinya khawatir akan menjadikan kebocoran menyebabkan ikan kabur.

Untuk masalah air yang akan digunakan di dalam kolam ikan gabus tersebut, biasanya berasal dari anak sungai yang di aliri dari atas kolam, dan air yang telah melimpah akan masuk dan mengalir ke dalam selokan yang di siapkan di dekat kolam hingga akan terjadi sirkulasi air yang baik

Namun jika letak kolam jauh dari  saluran irigasi, ya sebaiknya jangan gunakan tipe kolam tanah ini, gunakan saja kolam terpal atau kolam beton.

Kolam Terpal

kolam terpal ikan gabus

Keuntungan :
  • Cocok untuk daerah yang tidak bagus atau tidak mudah mendapatkan air. Jika anda tinggal di daerah yang tidak terlalu mudah untuk mendapatkan air, daerah berpasir dan di pesisir dimana lapisan tanahnya tentu tidak bisa menampung air. Maka penggunaan kolam terpal adalah pilihan yang bagus.
  • Menjaga kestabilan suhu di kolam. Beberapa petani ikan telah membuktikan kehebatan dari kolam terpal yang nyatanya mampu menahan fluktuasi atau perubahan suhu air kolam yang biasanya terjadi karena alas sekam yang di tabur pada dasar kolam.
  • Tidak terlalu berbau. Berbeda dengan menggunakan kolam ikan yang terbuat langsung dari media tanah, penggunaan kolam terpal akan meminimalisir bau lumpur maupun bau tanah pada ikan yang di hasilkan.
  • Lebih mudah untuk melakukan pemanenan. Karena pada kolam ikan terpal ini akan minim lumpur atau bahkan tidak ada sama sekali, jadi proses pemanenan akan lebih mudah dan cepat.
  • Jarang di temukan adanya penyakit maupun hama. Kebersihan pada kolam ini relatif stabil, makanya jarang di temukan adanya ikan yang terjangkit penyakit maupun yang terkena hama tertentu.
Kerugian :
  • Diperlukan tambahan modal untuk pompa air
  • Diperlukan teknik khusus pembuatan kolam, karena ikan gabus cenderung suka lompat, maka perlu dibuat dinding yang lebih tinggi daripada kolam terpal untuk ikan lain
  • Cenderung cepat rusak/bocor. Perlu perhatian khusus apalagi jika sudah digunakan 2/3 kali panen. Biasanya ada bagian-bagian yang koyak

Pembuatan :
Siapkan kerangka kolam terpal terlebih dahulu, ukur dengan teliti beserta ketinggian kolam.

Usahakan berada di tempat terbuka yang terkena sinar matahari, agar pertumbuhan jamur/ penyakit pada kolam dapat diminimalisir.

Berikan penutup pada atas kolam, agar ada bagian yang teduh untuk bersembunyi ikan disaat terik.

Kolam Beton

kolam beton ikan gabus

Keuntungan :
  • Berbeda dengan kolam tanah, air yang di aliri kedalam kolam tidak akam mudah kotor dan lebih higienis karena tidak langsung bersentuhan dengan tanah.
  • Jauh lebih awet struktur kolam ini jika di bandingkan dengan struktur kolam yang lainnya.
  • Lebih tahan dan akan lebih jarang membutuhkan proses perawatan.
  • Mudah di bersihkan pada masa panen.
  • Ikan yang di hasilkan ketika panen tidak akan berbau tanah maupun lumpur.
Kerugian :
Membutuhkan biaya yang tidak sedikit

Pembuatan :
Suruh tukang/orang yang ahli dalam pembuatan kolam beton ikan

Setelah menimbang berbagai keuntungan/kerugian, periksalah budget anda serta bagaimana prospek kedepannya, sesuaikan dengan kondisi lingkungan anda, lalu kalau tempat sudah disiapkan sekarang lanjut ke langkah berikutnya

2. Pemijahan Ikan Gabus dan Perawatan  Larva

Sebelum memulai pemijahan tentunya pilihlah indukan ikan gabus yang berkualitas, sehat, aktif.
Usia ikan gabus minimal untuk indukan itu 8 bulan, yang sudah matang gonad, dan siap untuk dipijahkan. Untuk indukan, usahakan indukan yang hasil dari budidaya, bukan dari tangkapan alam.

Perbedaan induk jantan dan betina ikan gabus adalah sebagai berikut :
  • Ikan gabus jantan biasanya akan mempunyai bentuk kepala yang bulat dan betina yang berbentuk oval (lebih membentuk v).
  • Bentuk tubuh ikan gabus jantan lebih panjang, sedangkan betina cenderung besar diperut dan berukuran pendek.
  • Bagian perut ikan gabus betina lebih besar, dan kalau dipegang cenderung lembut.
  • Ingat ikan gabus dibedakan dari bentuk fisiknya, karena alat kelaminnya tidak begitu bisa terlihat perbedaannya, tidak seperti ikan lele yang terlihat jelas dari alat kelamin. Untuk ikan gabus kita membedakannya berdasarkan bentuk fisiknya saja
Lihat gambar berikut untuk mengetahui perbedaan ikan gabus jantan dan betina
perbedaan ikan gabus jantan dan betina
 

Proses pemijahan ikan :

1. Pemijahan ikan dilakukan dengan cara mencampurkan indukan ikan jantan dan betina pada satu kolam, usahakan kolam yang digunakan itu kolam yang tidak luas. Semakin luas kolam, maka ikan akan jarang bertemu dan cenderung lama proses pemijahannya. Jadi tempatkan pada kolam sempit saja. Ingat untuk indukan bukanlah hasil dari tangkapan alam, kalau dari tangkapan alam akan tidak mungkin dipijahkan dikolam buatan tersebut. Karena memang ikan gabus tangkapan alam cenderung punya sifat liar yang ingin keluar justru jika ditempatkan di kolam buatan sempit itu. Bukannya pemijahan.
2. Tempatkan tanaman-tanaman eceng gondok pada kolam pemijahan hingga merata. Selain untuk membuat ikan gabus merasa aman karena tersembunyi, nantinya telur ikan gabus juga akan menempel pada akar-akar eceng gondok. Sehingga mempermudah proses pemindahan telur untuk nantinya penetasan dan dirawat larvanya.
3. Setelah 5-10 hari, biasanya telur akan berada pada permukaan menempel di tanaman air. Nah biarkan saja dan perhatikan hingga menetas,
4. Setelah menetas maka larva ikan gabus siap untuk dipindahkan di kolam pembesaran.
pemijahan ikan gabus

3. Pembesaran Ikan Gabus

Larva ikan gabus hasil pemijahan tadi, dirawat dan dibesarkan di kolam hingga sekitar 1 bulan. Untuk pakannya, bisa menggunakan cacing sutra di minggu pertama, kemudian minggu berikutnya bisa menggunakan pelet PF500
Setelah berusia satu bulan, anakan ikan gabus bisa mulai dipindahkan ke kolam pembesaran, dan diperhatikan ukurannya. Jika ada yang lebih besar duluan, pisahkan. Agar nantinya tidak memakan yang lebih kecil.
Untuk pakannya bisa menggunakan pelet PF800.
Nah jika dirasa ikan sudah cukup besar (berukuran jempol tangan) maka bisa dimulai berikan pakan berupa daging-dagingan, usus atau sisa makanan.
Oke dan 6 bulan kemudian bisa mulai dipanen.
Budidaya Ikan Gabus


Nah sekiranya cukup sekian dulu cara budidaya ikan gabus.
Ikan gabus memang sangat praktis, karena memiliki daya tahan tubuh tinggi dan cukup mudah dalam memberikan pakan. Dilihat dari segi kebutuhan pasar yang mulai tinggi, serta juga ketersediaan yang masih sedikit, saya rasa budidaya ikan gabus ini perlu anda coba.
Semoga bermanfaat artikel saya kali ini, sekian terimakasih.